10 Kesalahan Umum Pengguna di cPanel dan Cara Menghindarinya Print

  • Cpanel, Hosting NVMe SSD, Error, Hosting Cepat, Hosting Murah
  • 1

cPanel adalah salah satu kontrol panel hosting paling populer di dunia. Tapi meskipun tampilannya user-friendly, banyak pengguna—terutama pemula—melakukan kesalahan yang bisa berdampak serius pada website mereka. Berikut daftar kesalahan paling umum dan tips pencegahannya.

Kesalahan umum yang sering dilakukan pengguna saat menggunakan cPanel, lengkap dengan penjelasan dan tips pencegahannya. Cocok untuk edukasi pelanggan hosting atau artikel blog.

1. Menghapus File Sistem Tanpa Backup

File seperti .htaccess, index.php, atau folder public_html sering dianggap tidak penting padahal krusial.

Solusi:
Selalu backup sebelum menghapus file. Gunakan fitur “Backup” di cPanel atau download manual via File Manager.

2. Tidak Mengaktifkan SSL (HTTPS)

Website tanpa SSL akan ditandai “Not Secure” oleh browser dan bisa menurunkan kepercayaan pengunjung.

Solusi:
Aktifkan SSL gratis seperti Let's Encrypt langsung dari cPanel → menu “SSL/TLS” atau “SSL Status”.

3. Mengabaikan Update CMS dan Plugin

CMS seperti WordPress, Joomla, atau Drupal yang tidak diperbarui rentan terhadap serangan malware dan exploit.

Solusi:
Aktifkan auto-update di Softaculous atau lakukan update manual secara berkala.

4. Menggunakan Password Lemah

Password seperti admin123 atau password sangat mudah ditebak dan berisiko tinggi.

Solusi:
Gunakan password generator di cPanel dan aktifkan Two-Factor Authentication (2FA) jika tersedia.

5. Upload File Besar Lewat File Manager

File Manager sering gagal saat upload file >100MB dan bisa menyebabkan error.

Solusi:
Gunakan FTP client seperti FileZilla untuk upload file besar dengan stabilitas lebih baik.

6. Salah Konfigurasi Cron Job

Cron job yang terlalu sering atau salah penulisan bisa membebani server dan menyebabkan error.

Solusi:
Gunakan interval yang masuk akal (misalnya setiap 6 jam, bukan setiap menit) dan cek log cron secara berkala.

7. Tidak Menghapus Email Lama

Mailbox penuh bisa menyebabkan email baru gagal masuk dan membuat reputasi email buruk.

Solusi:
Atur auto-delete atau gunakan filter email di cPanel → menu “Email Disk Usage”.

8. Tidak Mengecek Error Log

Banyak pengguna tidak sadar ada error karena tidak pernah membuka log.

Solusi:
Cek menu “Errors” dan “Raw Access Logs” di cPanel untuk melihat masalah teknis yang terjadi.

9. Mengabaikan Resource Usage

Tanpa pemantauan, website bisa overload dan menyebabkan suspend otomatis oleh provider.

Solusi:
Pantau penggunaan CPU, RAM, dan I/O di menu “Resource Usage” atau “Metrics”.

10. Tidak Mengaktifkan Backup Otomatis

Tanpa backup, website yang kena hack atau error bisa hilang total.

Solusi:
Aktifkan backup otomatis mingguan atau harian. Bisa juga gunakan plugin backup untuk WordPress seperti UpdraftPlus.


Was this answer helpful?

« Back